Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Guru Menyambut Raja Pemuda, Bagian 2 dari 3

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Apakah Baginda punya nasihat untuk kami? Sang Raja berkata, “Oh tidak, tidak apa-apa. Segala hal yang mungkin dilakukan, Anda telah dan sedang melakukannya. Tidak banyak yang bisa kami sarankan kepada Anda.” Lalu sang Raja berkata, “Kami merasa rendah hati di hadapan semua pengorbanan dan pencapaian Anda yang abadi bagi planet ini. Itu merupakan tantangan yang besar, pengorbanan yang luar biasa, dan pencapaian yang sangat banyak.” Baiklah, terima kasih, Baginda. Terima kasih. Anda sendiri terlalu rendah hati. Silakan tinggal selama yang Anda inginkan, dan juga berkatilah dunia yang malang ini agar memiliki kedamaian yang lebih langgeng, dan agar para makhluk di sini bisa hidup nyaman, setidaknya seperti di Surga Astral. Kami berterima kasih kepada Anda. Diberkatilah Anda, Tuan.

Maaf, Anda tidak memiliki perbedaan gender, tetapi saya tetap menyapa Anda dengan sebutan “Tuan” sesuai dengan tata krama masyarakat planet ini. Ketika menghormati seseorang, mereka memanggilnya Tuan atau Puan. Dalam kasus saya, saya hanya menyebut “Tuan” karena Anda tampak begitu agung sebagai seorang Raja. Bahkan jika saya menyebut Puan, hasilnya akan sama saja. Terima kasih banyak atas Hadiah berharga Anda. Saya sangat gembira. Saya sangat gembira dapat menerima kebaikan, kemurahan hati yang luar biasa, dan niat baik Anda. Hadiah ini akan bermanfaat bagi pekerjaan saya di dunia ini secara tidak langsung. Kita melanjutkan percakapan kita dengan Raja Pemuda. Namun, bagian percakapan ini, sesuai permintaan Baginda, tidak kami ungkapkan secara terbuka kepada dunia fisik.

Adakah hal lain, Baginda, yang perlu kita bahas? Sang Raja berkata, “Tidak, itu sudah cukup untuk saat ini. Jika ada percakapan lain, Anda bisa menyampaikannya kepada saya selagi saya masih berada di dunia Anda.” Baik, terima kasih, Tuan. Berapa lama Anda akan tinggal bersama kami untuk memberkati planet sederhana ini agar kami memiliki lebih banyak kedamaian, lebih banyak peningkatan status spiritual, bukan hanya untuk satu atau sekelompok orang, tetapi untuk seluruh dunia? Berapa lama Anda akan tinggal untuk itu? Sang Raja berkata, “Anda akan melakukan pekerjaan yang luar biasa bagi dunia Anda. Tak perlu bagi kami untuk campur tangan atau melakukan apa pun di luar apa yang sudah dapat Anda lakukan.” Terima kasih, Tuan. Kami selalu membutuhkan lebih banyak berkah dari mana pun yang memungkinkan.

Namun, semoga Anda merasa nyaman selama tinggal bersama kami, jika Anda berkenan. Maukah Anda, Tuan? “Ya, tidak lama. Setelah sekitar lima hari waktu Bumi, kami akan siap untuk berangkat dan kembali ke kediaman kami.” Wah, itu sangat singkat. Tapi tetap saja terima kasih banyak. Terima kasih, terima kasih, dan terima kasih. (Saya meminta Baginda tinggal lebih lama, sehingga Raja setuju untuk tinggal selama sembilan hari.) Beliau selanjutnya berkata: “Lima hari adalah waktu yang kami butuhkan untuk mengisi daya peralatan dan instrumen kami agar dapat kembali ke rumah. Karena alat ini tidak menggunakan bahan bakar apa pun atau sarana apa pun dari dunia ini, tetapi harus diisi ulang oleh kekuatan batin spiritual kami sendiri.”

Oh, wow! Itu luar biasa, luar biasa! Jadi, kami akan membiarkan Anda dalam kedamaian, agar dapat bekerja secara batiniah untuk mengisi ulang apa yang kami sebut “alat terbang” Anda agar dapat kembali ke rumah. Terima kasih atas waktu Anda, kehadiran Anda yang berharga, dan karena Anda membawa begitu banyak pengikut Anda yang telah mencapai tingkat tertinggi. Kami juga berterima kasih kepada mereka. Semoga Anda selalu, selalu beristirahat dalam kedamaian, rahmat, dan berkah TUHAN, Yang Mahakuasa. Terima kasih sekali lagi, Tuan. Terima kasih, Kalian semua, yang mendampingi Raja Kalian yang berharga.

Kami ingin menawarkan tempat yang telah disiapkan khusus kepada sang Raja, namun Raja Pemuda dan rombongannya akan tetap berada di dalam alat atau kendaraan Mereka sendiri, untuk beristirahat sekaligus mengisi daya kendaraan tersebut. Kami memahami itu, jadi kami mengucapkan salam perpisahan kepada Baginda dan rombongan, dengan harapan dapat bertemu Anda lagi dalam waktu dekat, kapan pun Anda berkenan mengunjungi kami dan memberkati planet kami sekali lagi. Semoga TUHAN senantiasa melimpahkan Berkah dan Rahmat setinggi-tingginya kepada Anda. Amin.

Sudah lewat tengah malam, di waktu saya. Wah, wah! Saya harus menambahkan bahwa sang Raja telah menjadi Buddha sejak lama, lama, lama, lama, lama, lama sekali… Saya tidak ingat sudah berapa lama. Namun Baginda, Raja Pemuda, masih terlihat begitu muda, tampan, maksud saya, menarik, dan memiliki kesan feminin sekaligus maskulin. Itu terpancar jelas bagi orang lain, seolah-olah Dia baru berusia 20 tahun. Wow, itu sebuah keajaiban. Saya yakin semua orang di planet ini pasti ingin punya keberuntungan, hak istimewa, dan kekuatan untuk tetap awet muda dan muda selamanya seperti itu. Itu impresif. Sungguh indah untuk disaksikan.

Pertemuan percakapan yang direkam ini berlangsung pada 29 Juni 2026, dari pukul 10.30 hingga lewat tengah malam, karena adanya gangguan dari kelompok hantu bengis melalui seseorang yang disebut sebagai murid saya. Saya sudah bilang, jika mereka tidak bisa mengganggu saya secara langsung, mereka akan menggunakan beberapa orang dari tim kerja saya untuk membuat onar. Namun, oh, begitu banyak hal yang tidak menguntungkan menimpa saya sehingga Orang Tua kita, MAPA, TUHAN Yang MAHA Kuasa, telah turun tangan dan membantu saya. Jika tidak, saya tidak akan bisa menyelesaikan percakapan dengan Raja Pemuda. Saya harus bertarung di berbagai sisi sekaligus di tengah percakapan dengan Raja Pemuda.

Selama pertarungan melawan hantu-hantu bengis ini, saya harus memakai seluruh kekuatan karena hantu-hantu ini bersemayam di dalam diri mereka yang disebut murid itu. Lalu mereka semua tampak persis seperti dia; itulah masalahnya. Tapi kami telah mengatasinya, dan itu berkaitan dalam hubungannya dengan anggota keluarganya sendiri, salah satunya adalah penyihir, penyihir kuat, bukan penyihir biasa. Tetapi TUHAN telah mengambil sisa kekuatannya – dalam Kata-Kata-NYA – “sihir duniawi”, sehingga dia tak akan lagi bisa memakai hantu-hantu bengis untuk dikirim ke dekat saya untuk mengganggu saya. Kami sangat bersyukur kepada TUHAN. Saya sangat bersyukur kepada TUHAN. Bapa, Engkau sangat mengasihi saya. Terima kasih banyak.

Malam tadi adalah situasi yang sangat mengganggu dan tidak nyaman, bahkan disaksikan oleh Raja Perdamaian dan Raja Pemuda yang datang dari jauh, jauh, jauh, jauh sekali. Saya meminta maaf dengan tulus, mendalam, dan berulang kali, hingga terasa memalukan. Saya merasa sangat tidak enak kepada-Nya. Namun karena… Dia – saya menyebut “He [Dia untuk laki-laki]”, tapi mereka tidak memiliki gender di Tanah Buddha-Nya yang suci. Dia memiliki citra maskulin, jadi saya memanggil-Nya “He”, tetapi jangan salah paham. Ini bukan “he” seperti “he” dalam pengertian duniawi kita. Jadi, saya meminta maaf berulang kali, berkali-kali, tetapi Dia berkata kepada saya, “Tidak, tidak, tidak. Kami merasa prihatin untuk Anda, karena harus melalui banyak hal. Karena karma dunia menyiksa Anda. Kami sangat prihatin untuk Anda. Kami tidak memikirkan hal negatif apa pun mengenai tindakan, reaksi, dan ekspresi Anda, apa pun selama pertarungan Anda. Sebagai Raja Pemuda, kami juga telah melalui banyak situasi serupa sebelum mencapai Kebuddhaan, meskipun tidak separah ini. Jadi, tidak perlu khawatir dan meminta maaf. Kami memahami Anda sepenuhnya, dan kami hanya merasakan simpati dan kesedihan untuk Anda.” Saya sendiri tahu bahwa apa yang Dia katakan itu benar dan Dia serius, tetapi saya masih merasa sangat malu, menunjukkan kekuatan dan amarah saya selama pertarungan itu. Hanya saja saya tak ingin siapa pun melihatnya, karena bertarung bukanlah hal yang menyenangkan. Itu tidak indah.

Namun sehari sebelumnya, dan malam sebelumnya, saya sudah sangat, sangat kelelahan, berusaha melindungi yang disebut murid ini, dengan segenap tenaga saya, karena ketiga Dewa – Dewa Guntur, Dewa Kilat, Dewa Hujan – sedang mencari orang itu dan ingin menghancurkannya. Alasannya adalah mereka tahu bahwa dia adalah alat bagi hantu-hantu bengis yang telah mengganggu, mengacaukan, dan menyusahkan saya sejak lama – setidaknya sejak berbulan-bulan lamanya. Dan karena mereka tertanam di dalam dirinya melalui sihir kerabatnya, anggota keluarganya, maka sulit untuk memisahkannya dari hantu-hantu bengis tersebut. Jadi, mereka ingin menghancurkan tubuh fisiknya agar bisa menghancurkan hantu-hantu itu. Tapi saya tidak bisa membiarkan dia mati begitu saja. Itu bukan salahnya. Justru sebaliknya, citra dan tindakan yang berlawanan, atau apa pun jika dibandingkan dengan kerabat yang merupakan penyihir yang sangat jahat.

Ingat orang yang mencoba membunuh saya dengan kekuatan sihir beberapa tahun yang lalu? Itu orang yang sama. Dan setelah itu, kami berusaha melumpuhkan kemampuan sihirnya. Namun, prosesnya butuh waktu lama karena melibatkan banyak pihak lain, termasuk penyihir-penyihir yang lebih kuat di dunia bawah dan di dunia sihir, serta orang-orang yang masih hidup yang terlibat dalam keluarga tersebut, dsb. Jadi, saya telah banyak menderita selama beberapa tahun terakhir ini akibat serangan-serangan kejam mereka. Sekarang sudah selesai. Saya sangat bersyukur kepada TUHAN Yang Mahakuasa karena telah membantu tepat waktu. Saya sungguh berharap dan berdoa kepada TUHAN, Bapa saya yang penuh kasih, agar saya dapat melayani-Mu dengan lebih lancar, lebih damai, dan menyelesaikan pekerjaan ini sebelum saya pergi. Maksud saya, pergi dari periode transisi waktu, tempat, dan ruang ini, maksud saya planet ini. Saya masih … belum sepenuhnya di sini, tapi saya baik-baik saja. Jangan khawatir. Saya hanya menceritakan sebagian kisah hidup saya, siapa tahu hal ini menarik untuk kalian ketahui. Mungkin begitu, tapi saya tak apa-apa. Saya juga adalah Raja Pemutar Roda Dharma, jadi saya akan baik-baik saja.

Photo Caption: “Kita Bisa Bahagia Bersama-sama Di SUDUT-PERDAMAIAN Mana Saja”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (2/3)
1
Antara Guru dan Murid
2026-07-10
1928 Tampilan
2
Antara Guru dan Murid
2026-07-11
1494 Tampilan
3
Antara Guru dan Murid
2026-07-12
1232 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Berita Patut Disimak
2026-07-14
2443 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2026-07-14
1 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-07-14
1 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-07-13
792 Tampilan
35:51
Berita Patut Disimak
2026-07-12
238 Tampilan
Serial Multi-Bagian Prediksi Kuno tentang Planet Kita
2026-07-12
903 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2026-07-12
661 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh