Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Di masa pergolakan yang mengerikan bagi umat manusia ini, ingatlah bahwa ada harapan. Para nabi dari seluruh dunia telah beritahu kita bahwa Tuhan akan kirimkan kita rakit yang aman untuk capai pantai di tengah badai ganas!“...Orang-orang meninggal karena wabah, kekurangan darah, dan penyakit yang tak diketahui; mereka yang masih hidup di pagi hari, ditemukan meninggal di malam hari. Hanya satu keluarga dari sepuluh yang akan selamat.”Kita dapat bersandar pada Sang Juru Selamat, Mesias, atau Raja Segala Raja, untuk menuntun kita menuju keselamatan dan Rumah Surgawi kita.“Ketika gunung runtuh dan lautan terkuras (akhir zaman lama), batu emas (Juruselamat) akan keluar. Kupu-kupu (praktisi spiritual) dari semua negara akan melihat Cahaya dan datang. Ketika Cahaya bersinar di seluruh dunia, dunia akan memasuki era revolusi total, dan Dia akan turun dari Surga sebagai manusia di masa sekarang. Bagaimana mungkin seseorang tidak tahu bahwa musim semi telah tiba? Nasib (nasib) Timur dan Barat akan menyatu, tumbuh subur dengan dedaunan yang rimbun dan cabang-cabang yang menjulur. HANYA WANITA YANG DAPAT MENERIMA NASIB (TAKDIR) INI.”Di sini Nam Sa-go menegaskan bahwa Sang Juru Selamat, yang akan datang pada masa kiamat, akan berjenis kelamin perempuan.“Memangkas duri berulang-ulang dengan kesabaran, 'Anda yang di kanan' pada akhirnya akan berhasil dalam pekerjaan.”Sesuai dengan tradisi Konfusianisme, yang lazim di Korea pada era Nam Sa-go, sudah menjadi kebiasaan bagi perempuan untuk duduk di sisi kanan dan laki-laki di sisi kiri ketika orang-orang berkumpul. Istilah “kamu yang kanan” sekali lagi menunjukkan bahwa Juru Selamat itu adalah seorang wanita.“Panah-panah yang datang dan panah yang dilepaskan dari busur, seseorang hampir tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri. Untungnya, BUDDHA PEREMPUAN itu selamat. Tahun, bulan, dan tanggal mana yang merupakan waktu yang beruntung? Waktu ketika pertengkaran dan kekacauan ada di mana-mana. Bagaimana cara melarikan diri dari kekacauan? Tetap diam, jangan menanggapi, dan jangan pernah berhenti bekerja (untuk misi).”“Raja Agung Sipseung (ajaran sejati) adalah Tuhan Yang Maha Kuasa dan Wujud Sejati yang mengajarkan metode Segel Lautan (Hai-in) untuk mengalahkan iblis.”“Orang yang menggunakan dan menggunakan Segel Lautan (Hai-in) adalah Chung (“Yang Benar”), Sang Kaisar Surgawi. Dia adalah Wujud Sejati Yang mewujudkan semua kebajikan.”Hendaknya kita mengingat dan selalu melafalkan ajaran Ibu (Sang Guru), (“Ibu” di sini, sekali lagi, ingin menegaskan bahwa Juru Selamat adl seorang Buddha “perempuan”!) dan berlatih Segel Lautan memberantas semua ketidaknormalan.”Nam Sa-go dengan jelas meramalkan bahwa simbol yang digunakan oleh Kaisar Surgawi adalah “Segel Lautan”. Sesungguhnya, transmisi Dharma secara langsung dari seorang Guru kepada murid dikenal sebagai “Segel Pikiran” atau inisiasi, 印心 (yìn xīn). Selain itu, nama Maha Guru Ching Hai dalam bahasa Mandarin berarti “Lautan Murni”. Oleh karena itu, “Segel Lautan” juga berarti “Inisiasi oleh Maha Guru Ching Hai”.











